MANAJEMEN PENDIDIKAN
Selanjutnya untuk memperoleh wawasan yang lebih luas, di sini
dikutipkan lagi beberapa pendapat mengenai pengertian manajemen dari sumber-sumber lain sebagai berikut :
1.
Menurut Sondang Palan
Siagian, manajemen adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua
orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai
tujuan yang ditentukan sebelumnya.
2.
Menurut Pariata Westra,
manajemen adalah segenap rangkaian perbuatan penyelenggaraan dalam setiap usaha
kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
3.
Dalam kurikulum 1975
yang disebutkan dalam Buku Pedoman Pelaksanaan Kurikulum IIID, baik untuk
Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama maupun Sekolah Menengah Atas, manajemen
ialah segala usaha bersama untuk mendayagunakan semua sumber-sumber (personil
maupun materiil) secara efektif dan efisien guna menunjang tercapainya tujuan pendidikan.
Dari pengertian Manajemen Pendidikan yang terakhir tersebut maka secara eksplisit
disebutkan bahwa manajemen sebagaimana yang digunakan secara resmi oleh
Departemen Pendidikan Nasional seperti dimuat dalam kurikulum 1975 dan
kurikulum kelanjutannya, diarahkan kepada tujuan pendidikan. Lebih luas lagi, apabila ditinjau dari
definisi-definisi yang lain, pengertian manajemen tersebut masih dapat diartikan untuk semua jenis
kegiatan, yang dapat diambil suatu kesimpulan definisi yaitu :
Manajemen adalah rangkaian segala kegiatan yang menunjuk kepada
usaha kerjasama antara dua orang atau lebih untuk mencapai suatu tujuan yang
telah ditetapkan.
Definisi lain dari manajemen yang lebih lengkap sebagaimana
dikemukakan oleh Mulyani A. Nurhadi adalah sebagai berikut :
Manajemen adalah suatu kegiatan atau rangkaian
kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang
tergabung dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang
telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien.
Dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa di dalam pengertian manajemen selalu menyangkut adanya tiga hal yang merupakan
unsur penting, yaitu: (a). usaha kerjasama, (b). oleh dua orang atau lebih, dan
(c) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam pengertian tersebut
sudah menunjukkan adanya gerak, yaitu usaha kerjasama, personil yang melakukan,
yaitu dua orang atau lebih, dan untuk apa kegiatan dilakukan, yaitu untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tiga unsur tersebut, yaitu gerak, orang,
dan arah dari kegiatan, menunjukkan bahwa manajemen terjadi dalam sebuah
organisasi, bukan pada kerja tunggal yang dilakukan oleh seorang individu.
Jika pengertian Manajemen Pendidikan ini diterapkan pada usaha pendidikan maka sudah termuat hal-hal yang menjadi objek
pengelolaan atau pengaturan. Lebih tepatnya, definisi Manajemen Pendidikan
adalah sebagai berikut :
Manajemen Pendidikan adalah rangkaian segala kegiatan yang
menunjuk kepada usaha kerjasama dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan pendidikan
yang telah ditetapkan.
Dengan menerapkan definisi tersebut pada usaha pendidikan yang
terjadi dalam sebuah organisasi, maka definisi Manajemen Pendidikan selengkapnya adalah sebagai berikut :
Manajemen Pendidikan adalah suatu kegiatan
atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama
sekelompok manusia yang tergabug dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai
tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien.
Lebih
lanjut Mulyani A. Nurhadi menekankan adanya ciri-ciri atau pengertian Manajemen
Pendidikan yang terkandung
dalam definisi tersebut sebagai berikut : (Mulyani A. Nurhadi, 1983, pp. 2-5)
1.
Manajemen merupakan
kegiatan atau rangkaian kegiatan yang dilakukan dari, oleh dan bagi manusia.
2.
Rangkaian kegiatan itu
merupakan suatu proses pengelolaan dari suatu rangkaian kegiatan pendidikan
yang sifatnya kompleks dan unik yang berbeda dengan tujuan perusahaan untuk
memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya ; tujuan kegiatan pendidikan ini
tidak terlepas dari tujuan pendidikan secara umum dan tujuan pendidikan yang telah
ditetapkan oleh suatu bangsa.
3.
Proses pengelolaan itu
dilakukan bersama oleh sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi
sehingga kegiatannya harus dijaga agar tercipta kondisi kerja yang harmonis
tanpa mengorbankan unsur-unsur manusia yang terlibat dalam kegiatan pendidikan
itu.
4.
Proses itu dilakukan
dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, yang dalam
hal ini meliputi tujuan yang bersifat umum (skala tujuan umum) dan yang diemban
oleh tiap-tiap organisasi pendidikan (skala tujuan khusus).
5. Proses pengelolaan itu dilakukan agar tujuannya
dapat dicapai secara efektif dan efisien.
by : Drs. Ali fathoni,.ST,.MM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar